Berdetak kencang hatiku
Bagai gemuruh ombak di laut lepas
Senyuman menggeserkan otot bibirku
Angin membisikkan sipu di pipi
Merona bak tomat matang
Konyol
Aku tak mengerti efeknya kan seperti ini
Nyatanya di hadapanku hanya ada kau
Bukan
Tapi siluetmu
Separuh wajahmu yang bersinar memantulkan sinar surya
Dan separuhnya yang terperangkap bayangan
Terpesona
Aku seolah disapa cinta pandangan pertama
Percayakah aku?
Entah akan mengelak atau mengakuinya
Jawabnya entah di mana